Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Asinan: Permainan tradisonal di tahun 90an

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga selalu sehat-sehat saja, dan saya do’akan kepada siapa pun yang telah membaca artikel ini, supaya:
  1. Yang belum dapat jodoh, semoga segera dapat jodoh. Amiin….
  2. Yang belum dapat pekerjaan, semoga mendapatkan pekerjaan. Amiin….
  3. Yang sedang bekerja, mudah-mudahan rezkinya makin melimpah. Amiin….
  4. Yang sedang bersekolah, semoga sekolahnya berkah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Amiin….
Kali ini artikel saya tentang suatu permainan tradisional yang biasa dilakukan oleh anak-anak dimasyarakat pedesaan, permainan tersebut bernama Asinan. Mungkin masih asing ditelinga anda-anda semua tentang permainan tradisional ini. Ya, begitulah masyarakat kami menyebut nama permainan tersebut.

Apakah ingin mengetahui tentang permainan tradisional asinan?

Nah, silahkan dibaca artikelnya sampai habis.

Permainan tradisional “Asinan”

Indonesia adalah negara kesatuan yang memiliki berbagai keragaman, mulai dari keragaman suku, budaya, bahasa, maupun tradisi. Oleh sebab itu indnesia adalah negara yang sangat kaya, kaya akan hasil alamnya, kaya akan pulau-pulaunya, dan juga kaya akan kebudayaannya.

Karena kaya akan keberagaman bahasanya, mungkin begitulah cara kami anak-anak yang lahir tahun 90 an menyebut nama permainan tradisional tersebut, dengan sebutan asinan.

Asinan yang dimaksud bukan sebuah masakan lho, tapi asinan untuk sebuah permainan yang mengandalkan kekompakan sebuah tim. Menang dan kalahnya dalam melakukan permainan ini tergantung oleh tim dan strategi kita dalam memainkannya. Permainan ini biasa dilakukan di tanah lapang dan juga ditanah yang berumput agar saat melakukan sodoran tidak mengalami lecet atau luka-luka.

Catatan: Sodoran adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan cara berlari digaris demi untuk menyentuh tubuh sang lawan.

Cara memainkan permainan tradisional ini adalah sebagai berikut:

Pertama, membuat garis lurus ditanah, dan digaris inilah nantinya penjaga akan menjaga lawannya supaya tidak dapat melewatinya. Kiri dan kanan dibuat garis horizontal sebagai tanda batas garis pertahan, dan pemain tidak boleh melewati garis batas tersebut kecuali tim lawan yang sedang melakukan penjagaan yang boleh berjalan di antara garis tersebut dengan melakukan sodoran.

Kedua, tim biasanya terdiri dari 3 - 4 orang. Tim yang menang adalah tim yang salah satu anggotanya berhasil berlari meleati penjagaan dan tidak terkena sentuhan tim lawan hingga garis finish. Jika ada 4 orang yang memainkannya, maka garis terdapat 4 buah, dan ditengah-tengah akan diberikan garis untuk melakukan sodoran kepada tim lawan.

Ketiga, sebelum memulai pertandingan para pemain akan melakukan hompimpa, dan dari sini diketahui tim mana yang akan berjaga dan tim mana yang akan berlari menghindari penjaga. Oleh sebab itu kekuatan untuk berlari sangat diperlukan saat melakukan permainan ini. 

Bagi tim yang kalah setelah melakukan hompimpa, maka ia bertugas untuk menjaga tim lawan digaris yang telah diolah tersebut. Dan tim lawan bersiap-siap untuk meleati tim penjaga. Jika ada satu orang saja yang berhasil melewati seluruh garis penjaga maka timnya lah yang sebagai pemenangnya. Untuk itu sebelum memulai permainan diaturlah terlebih dahulu siapa-siapa yang akan menjaga digaris terdepan hingga digaris terakhir, dan untuk tim lawan maka strategi yang tepat sangat diperlukan guna dapat melawati garis penjaga.

Dan jika ada salah satu dari tim lawan yang tersentuh oleh tim penjaga, maka permainan berakhir dan tim lawan akan bertugas sebagai tim penjaga, dan tim penjaga bertugas menjadi tim lawan yang akan melati garis-garis hingga finish. Jika terkena sentuhan kembali, maka akan bertukar posisi kembali dan begitulah seterusnya hingga menyerah atau sudah ada yang memenangkan pertandingannya.

Kesimpulan 

Permainan ini mengajarkan kita supaya dapat bekerja sama sesama teman dengan baik, karena kekompakan tim sangat diperlukan, begitu juga kepercayaan terhadap teman sangat diperlukan. Selain menagajarkan kekompakan sebuah tim, permainan ini juga mengajarkan ketangkasan kepada para pemainnya, untuk itu kemampuan berlari yang baik sangat diperlukan dalam melakukan permainan ini. 

Sebuah permainan yang patut untuk dilestarikan dan ditampilkan agar kelak tidak tinggal namanya saja lagi. Dan untuk daerah lain menyebut permainan ini dengan nama Benteng Sodor atau Gobak Sodor.   

1 comment for "Asinan: Permainan tradisonal di tahun 90an"

  1. Terimakasih infonya gan sukses terus...
    http://bit.ly/2zapQZB

    ReplyDelete