Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Praktikum IPA di SD: Percobaan bintik buta bagian B

 Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga selalu sehat-sehat saja, dan saya do’akan kepada siapa pun yang telah membaca artikel ini, supaya:

  1. Yang belum dapat jodoh, semoga segera dapat jodoh. Aamiin….
  2. Yang belum dapat pekerjaan, semoga mendapatkan pekerjaan. Aamiin….
  3. Yang sedang bekerja, mudah-mudahan rezkinya makin melimpah. Aamiin….
  4. Yang sedang bersekolah, semoga sekolahnya berkah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Aamiin….


OPTIK


Nama : Wahyudiansyah

NIM : 858285438

UPBJJ/Pokja : Banjarmasin/Tabalong

Tgl. Percobaan : 21 Agustus 2020

Nama Instruktur : -

Penilai Instruktur : -


I. Judul praktikum: Percobaan bintik buta ke-B

II. Tujuan praktikum: Untuk mengetahui bagaimana bayangan benda jika mengenai bintik muda dan menentukan jarak benda yang dilihat yang bayangannya tepat mengenai bintik buta

III. Dasar teori: Benda yang terkena cahaya akan membiaskan cahayanya melalui kornea dan diteruskan ke aqeus humor, pupil, lensa mata, vitrous humor, kemudian retina. Cahaya yang masuk ke bagian bintik kuning retina akan mengenai sel-sel batang dan kerucut. Sel kerucut sebagai fotoreseptor yang peka cahaya akan menangkap rangsang dan mengubahnya menjadi impuls yang dihantarkan ke saraf optik ke otak besar bagian belakang (lobus oksipitalis). Pada lobus oksipitalis  ini terjadi asosiasi berupa kesan melihat benda. Pembiasan cahaya dari suatu benda akan membentuk bayangan benda jika cahaya tersebut jatuh di bagian bintik kuning pada retina, karena cahaya yang jatuh pada bagian ini akan mengenai sel-sel batang dan kerucut yang meneruskannya ke saraf optik dan saraf optik meneruskannya ke otak sehingga terjadi kesan melihat. Sebaliknya, bayangan suatu benda akan tidak nampak, jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik buta pada retina

IV. Alat dan bahan yang digunakan

1) Alat Tulis dan meteran

2) Gambar bintik buta bagian B

3) Tabel pengamatan

4) Meteran 

V. Cara kerja

1) Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

2) Menyiapkan gambar bintik buta bagian B untuk percobaan ke-2

3) Menutup mata sebalah kiri dengan jari-jari tangan

4) Fokus pandangan pada tanda positif (+) dengan jarak 60 cm dari pandangan mata lalu perlahan-lahan mendekatkan gambar kearah wajah dengan tetap berfokus pada tanda positif (+)

5) Mengetahui berapa jarak dari mata tanda garis pendek tampak menghilang dari pandangan mata

6) Mengetahui berapa jarak dari mata tanda garis pendek tampak menghilang dari pandangan mata garis pendek tersebut terlihat kembali? Apa yang terjadi pada garis panjang dengan garis pendek?

7) Mencatat hasil pengamatan pada table yang telah di sediakan di modul

VI.       Data pengamatan

Hasil pengamatan

Tabel hasil pengamatan bintik buta ke-2

 

No.

 

Jarak gambar A dari mata

Dengan fokus pada tanda positif (+) maka:

 

Garis pendek

Garis pendek tampak menyatu dengan garis panjang *)

1

60 cm

Tampak jelas

 

2

55 cm

Tampak jelas

 

3

51 cm

Tampak menghilang

 

4

42 cm

Terlihat kembali

 

5

37 cm

Buram

 

6

36 cm

Tampak menyatu dengan garis panjang

Foto Kegiatan Praktikum:

1) Alat dan bahan


2) Kegiatan praktikum





3) Pengukuran hasil praktikum


VII. Pembahasan: Berbeda dengan percobaan pada bintik butake-1 atau bagian A, pada percobaan ke-2 ini untuk mengetahui apa yang terjadi pada garis pendek ketika fokus kita pada tanda positif (+) semakin dekat dengan wajah.  

Pada percobaan pengamatan bintik buta ke-2 atau bagian B dari jarak 60 cm hingga 55 cm garis panjang dan pendek masih tampak jelas, sedangkan pada jarak 51 cm garis pendek mulai tampak menghilang, setelah itu pada jarak 42 cm garis pendek terlihat tampak kembali dan pada jarak 36 cm garis pendek dengan garis panjang terlihat menyatu. Dan pada percobaan kali ini tetap dibantu oleh teman untuk mengukur jarak yang di dapatkan ketika melakukan percobaan.

VIII.  Pertanyaan dan jawaban

A. Pertanyaan

1) Pada percobaan bintik buta ke-2, mengapa kedua garis (pendek dan panjang) tampak menyatu? Pada jarak berapa dari pandangan mata? Jelakan mengapa itu terjadi!

B. Jawaban

Pada percobaaan ke-2 antara garis panjang dan garis pendek tampak menyatu karena fokus benda sangat dekat dengan mata kita, pada jarak 36 cm kedua garis tersebut terlihat nampak menyatu.  

IX. Kesimpulan: Jarak pandang semakin dekat maka fokus mata (penglihatan) akan semakin buram bahkan tidak tampak 

X. Daftar pustaka

1) Rumanta, maman dkk. 2019. Praktikum IPA di SD. Tangerang-Selatan: Universitas Terbuka.

2) http://siindonesiacerdas.blogspot.com/2014/06/hasil-pratikum-bintik-buta-ipa-sd.html

Post a Comment for "Praktikum IPA di SD: Percobaan bintik buta bagian B"