Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bamaulid: Tradisi Perayaan Yang Terjadi Pada Bulan Rabiul Awal

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh


Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga selalu sehat-sehat saja, dan saya do’akan kepada siapa pun yang telah membaca artikel ini, supaya:
  1. Yang belum dapat jodoh, semoga segera dapat jodoh. Amiin….
  2. Yang belum dapat pekerjaan, semoga mendapatkan pekerjaan. Amiin….
  3. Yang sedang bekerja, mudah-mudahan rezkinya makin melimpah. Amiin….
  4. Yang sedang bersekolah, semoga sekolahnya berkah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Amiin….

Oh ya, sahabat-sahabat sekalian dimana pun berada, kali ini artikel saya sedikit berbeda ya dengan artikel-artikel sebelumnya yang hanya berisi tentang cerita inspirasi. Tapi jangan takut dan tidak usah khawatir, karena artikel tentang cerita-cerita inspirasi akan tetap saya share dan upload. 

Dan artikel yang ditulis ini sebagai tambahan dalam mengisi blog saya. Semoga ada pelajaran atau pengetahuan yang didapatkan oleh pembaca sekalian dimana pun berada. 

Perlu diingat, artikel yang saya tulis ini sebagai wadah atau tempat untuk memberikan informasi kepada khalayak ramai tentang suatu peringatan yang biasa dilakukan oleh warga Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Tabalong, dan lebih khusus di tempat kelahiran penulis yaitu Desa Masintan Kecamatan Kelua.

Jangan lupa untuk membacanya sampai habis ya sahabat-sahabat semua.

Langsung saja, cekiduutttt!!!!!

Perayaan Maulid

Indonesia adalah negera yang memiliki beragam kebudayaan, tradisi, suku, bahasa, salah satunya yaitu tentang tradisi yang biasa dilakukan oleh sekelompok orang atau sebagian orang guna untuk memperingati suatu perayaan bersejrah, khususnya oleh orang-orang yang beragama islam. Dan tradisi yang dimaksud yaitu perayaan maulid Nabi Muhammad SAW.

Maulid berasal dari bahasa arab yang berarti hari kelahiran. Kelahiran siapa? Tentu kelahiran Nabi besar Muhammad SAW, yang terjadi pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan hijriyah.

Di desa kami maulid biasa disebut dengan istilah mulud (bukan mulut yang biasa digunakan untuk makan ya sahabat semuanya), atau bisa juga disebut dengan bulan mulud. Dibulan mulud ini berbagai kegiatan dilakukan, tentunya kegiatan keagamaan. 

Salah satu kegiatan yang biasa dilakukan adalah pembacaan syair-syair maulid (pujian-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW), seperti syair maulid ad-diba’i, al-habsyi, syair berjanji, dan masih banyak lagi.

Biasanya perayaan maulid inii dilakukan selama satu bulan penuh, baik itu diwaktu pagi hari, siang hari maupun malam hari. Adapun tempat pelaksanaannya, seperti di mesjid, mushola atau langgar, dan juga dirumah-rumah.

Adapun warga sangat antusias dalam menyambut perayaan maulid ini, semua orang rela menabungkan uangnya, menyisahkan sebagian uangnya demi dapatnya melaksanakan perayaan maulid tersebut. Bahkan makin tahun makin meningkat hasrat warga agar dapat melaksanakan maulid dirumahnya sendiri.

Sebelum mengadakan perayaan maulid, kami sebagai warga yang tinggal disekitaran mesjid akan melakukan musyawarah. Kenapa hanya warga sekitaran mesjid? Karena mesjid akan menjadi acara puncak perayaan mauilid ini. Dan biasanya perayaan maulid ini diadakan perkampung dan perkaryah.

Catatan: Arti kata Karyah disini adalah tempat tinggal sekitaran mesjid, maupun langgar. Dan dari hasil musyawarah tersebut maka akan diketahui hari dan tanggal berapa akan diadakan perayaan maulid tersebut. Dan juga tidak menutup kemungkinan akan berbarengan atau bersamaan dengan kampung lain dalam perayaan maulidnya.

Adapun kegiatan yang biasa dilakukan dalam perayaan maulid ini adalah sebagai berikut;

Pagi hari sekitaran jam 07.00 - 09.00an akan di adakan pembacaan syair-syair maulid dirumah-rumah, setelah selesai pembacaan syair maulid akan diadakan makan-makan. Dan makanan yang diberikan pun beragam jenis masakannya, ada masakan telor, daging ayam, nasi goreng, dan masih banyak lagi.

Setelah selesai makan-makan, selanjutnya semua orang akan berkumpul di mesjid atau langgar tempat diadakannya acara inti. Susunan acaranya adalah sebagai berikut;
  1. Acara pertama pembacaan syair-syair maulid
  2. Acara kedua pembukaan (biasanya membaca surah Al-Fatiha)
  3. Acara ketiga pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an
  4. Acara kelima atau acara inti yaitu ceramah agama yang biasa disampaikan oleh tuan guru, alim-ulama, ustadz-ustadz, para habaib tentang seputaran kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW dan hikmah untuk kehidupan sehari-hari.

Setelah acara selesai dimesjid atau langgar, kemudian para saruanan akan kembali lagi kerumah-rumah yang mengadakan pembacaan syair maulid tersebut, untuk kembali makan-makan. Makan disini adalah sebagai pengganti makan siang.

Catatan: arti kata saruanan adalah kata yang digunakan untuk orang-orang yang diundang agar dapat menghadiri suatu acara, sperti acara pengantinan, maulid, haulan, atau yang lainnya.

Barulah setelah acara makan-makan selesai, maks selesai juga acara peringatan maulidnya. Jika acara maulid tidak di adakan dirumah-rumah, maka acara maulid bisa langsung diadakan di mesjid atau langgar, dan kebanyakan waktu pelaksanaannya yaitu malam hari. Adapun acaranya sama saja seperti yang sudah saya tulis diatas. Dan untuk makanannya, biasanya setiap rumah akan membawa nasi bungkus yang nantinya akan dibagi-bagikan setelah acara selesai.

Perayaan maulid ini sangat dinanti-nantikan bahkan antusias warga sangat besar besar menunggu datangnya bulan Rabul Awal, dari hari pertama sampai hari terakhir bulan Rabiul Awal. 

Mengapa bulan maulid ini selalu dinanti-nantikan?

Karena pada bulan maulid ini memiliki banyak manfaat, diantaranya;
  1. Silaturrahmi tetap terjaga dan terjalin sangat kuat antar sesama, baik itu kepada keluarga sendiri, teman mapun orang lain.
  2. Pada bulan inil juga keakraban dan kebersamaan kepada warga lainnya akan terlihat, baik itu dari musyawarahnya maupun dari kegiatan gotong-royongnya, demi terciptanya perayaan yang berjalan lancar. Semua warga akan bahu-membahu demi terciptanya perdamaian dan ketenangan.
  3. Pada perayaan ini juga akan didaptkan berbagai macam ilmu pegetahuan, salah satunya yaitu ilmu untuk akhirat bagi umat muslim.

Mungkin seperti itulah gambaran tentang perayaan maulid didesa tempat tinggal kami, dan perayaan ini akan selalu diakan setiap tahunnya. Bagaiman dengan perayaan maulid di desa tempat tinggal anda?

Posting Komentar untuk "Bamaulid: Tradisi Perayaan Yang Terjadi Pada Bulan Rabiul Awal"