Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Modul 7: Pemanfaatan sumber belajar IPS kelas tinggi

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga selalu sehat-sehat saja, dan saya do’akan kepada siapa pun yang telah membaca artikel ini, supaya:

  1. Yang belum dapat jodoh, semoga segera dapat jodoh. Aamiin….
  2. Yang belum dapat pekerjaan, semoga mendapatkan pekerjaan. Aamiin….
  3. Yang sedang bekerja, mudah-mudahan rezkinya makin melimpah. Aamiin….
  4. Yang sedang bersekolah, semoga sekolahnya berkah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Aamiin….

Kata Pengantar

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul METODE,MEDIA,DAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR IPS KELAS TINGGI ini tepat pada waktunya.

  Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas TUTOR mata kuliah PENDIDIKAN IPS DI SD. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang  METODE,MEDIA,DAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR IPS KELAS TINGGI bagi para pembaca dan juga bagi penulis. 

Kami mengucapkan terima kasih kepada [bapak/ibu] [nama guru/dosen], selaku [guru/dosen] [bidang studi/mata kuliah] [nama bidang studi/mata kuliah] yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni. 

Kami  juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari, makalah yang kami  tulis ini masih jauh dari kata sempurna. 

Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb


Tanjung, 30 maret 2020


Penulis


BAB I

PENDAHULUAN


1.1.Latar Belakang

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, oengendalian diri kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggung Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggung jawab penuh dalam menjalankan amanat pendidikan. Sekolah merupakan suatu institusi yang dirancang untuk membawa peserta didik pada proses belajar. Belajar merupakan perubahan yang relative permanen dalam perilaku sebagai hasil pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.

Sedangkan pembelajaran merupakan  proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan suatu system lingkungan belajar yang terdiri dari tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan belajar  mengajar, metode, media, sumber belajar (Sutikno, 2008:37).

Keberhasilan proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran IPS sangat ditentukan oleh metode, media, dan sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar ruangan.

Untuk mempermudah dalam proses pembelajaran, maka guru harus memiliki pemahaman dan kemampuan dalam merancang dan menerapkan metode, media, dan sumber belajar yang gunakan dalam proses pembelajaran.

1.2.Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara memahami metode, media, dan sumber belajar ?
  2. Bagaimana cara merancang metode, media, dan sumber belajar IPS SD kelas tinggi?
  3. Bagaimana cara menerapkan metode, media, dan sumber belajar IPS SD kelas tinggi?

1.3.Tujuan 

  1. Memahami pengertian metode, media, dan sumber belajar ?
  2. Memahami tentang cara merancang metode, media, dan sumber belajar IPS SD kelas tinggi?
  3. Memahami tentang cara menerapkan metode, media, dan sumber belajar IPS SD kelas tinggi?

BAB 11

PEMBAHASAN


METODE, MEDIA, DAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR IPS KELAS TINGGI

MERANCANG DAN MENERAPKAN PENGGUNAAN METODE, MEDIA, DAN SUMBER BELAJAR IPS SD KELAS TINGGI BERDASARKAN PENDEKATAN KOGNITIF

A. PENGERTIAN METODE, MEDIA, DAN SUMBER BELAJAR

1. Metode

Metode mengajar adalah kemampuan yang perlu dimiliki seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada anak didiknya.

Dalam memilih metode, perlu memperhatikan hal-hal berikut:

a. Standar kompetensi

b. Kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik.

c. Kemampuan guru terhadap materi dan metode yang akan dipilih.

d. Jumlah peserta didik yang belajar.

e. Situasi atau kondisi saat belajar.

f. Fasilitas yang dimiliki ( media dan sumber belajar)

g. Evaluasi yang dipakai.

Ada beberapa metose mengajar dengan keunggulan dan kelemahannya.

a. Metode ceramah

Ceramah adalah pidato yang disampaikan oleh seseorang pembicara di depan kelompok pengunjung (dalam hal ini siswa).

Keunggulannya, sangat baik untuk menjelaskan materi yang banyak, namun waktu terbatas.

Kelemahannya, jika guru kurang menarik dalam berbicara maka menyebabkan siswa akan menjadi bosan.

b. Metode diskusi kelompok

Diskusi kelompok adalah percakapan yang direncanakan atau dipersiapkan di antara 3 atau lebih topik tertentu, dengan seorang pemimpin.

Keunggulannya, dapat memberi kesempatan untuk saling mengemukakan pendapat.

Kelemahannya, informasi yang diperoleh para peserta terbatas pada topic diskusi.

c. Panel

Panel adalah pembicaraan yang sudah direncanakan di depan pengunjung tentang sebuah topik.

Keunggulannya, dapat membangkitkan pemikiran bagi para pesrta dan mendorong memberikan analisis.

Kelemahannya, mudah tersesat ke masalah lain.

d. Studi kasus

Studi kasus adalah sekumoulan situasi masalah, termasuk detail-detail yang memungkinkan kelompok menganalis masalah itu.

Keunggulannya, dapat disjikan secara tertulis, lisan, difilmkan, direkam, atau diceritakan.

Kelemahannya, membutuhkan keterampilan untuk menuliskan masalah.

e. Metode brainstorming

Brainstorming adalah semacam cara pemecaha masalah, dimana anggota mengusulkan dengan cepat semua kemungkinan pemecahan yang terpikirkan.

Keunggulannya, dapat membangkitkan pendapat baru dan merangsang semua aggota untk ambil bagian.

Kelemahannya, mudah terkepas control.

f. Diskusi formal

Diskusi formal ialah metode pemecahan masalah yang sistematis mencakup:

1. Penyampaian permasalahan

2. Pengumpulan data

3. Mempertimbangkan pemecahan yang mungkin

4. Memilih cara pemecahan yang terbaik.

Keunggulan diskusi formal adalah membangkitkan pemikiran yang logis. Dan kelemahannya adalah membutuhkan banyak waktu dan sulit, jika dipakai pada kelompok yang besar.

g. Metode Tanya jawab

Metode ini dapat dipakai untuk hal-hal berikut ini.

1. Menanyakan kembali pelajaran yang telah diajarkan.

Guru bertanya kepada siswa bahan yang telah diterangkan.

2. Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerja sama siswa.

Guru bertanya, murid menjawab. Diteruskan bertanya lagi dan murid lain diminya menjawab dan seterusnya.

3. Memimpin pengamatan dan pemikiran siswa.

Keunggulannya, siswa lebih aktif karena tidak hanya mendengarkan. Kelemahannya, pembicaraan kadang-kadang menyimpang dari pokok pembicaraan.

h. Metode kerja kelompok

Metode kerja kelompok dapat digunakan untuk hal-hal berikut ini.

1. Mengatasi kekurangan alat dan sumber belajar siswa.

2. Mengatasi perbedaan kemampuan belajar siswa.

3. Mengatasi adanya perbedaan minat belajar siswa.

4. Mengatasi tugas pekerjaan yang sangat banyak atau sangat luas.

Keunggulannya, dapat memupuk rasa kerja sama. Dan kelemahannya, adanya sifat-sifat seseorang yang ingi menonjol atau sebaliknya yang lemah merasa rendah diri dan selalu tergantung kepada orang lain.

2. Media 

Media dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan sebagai berikut;

a. Media visual

Media visual terbagi menjadi dua yaitu;

Media visual yang tidak diproyeksikan , terdiri dari gambar mati atau gambar diam,ilustrasi,karikatur,poster,bagan,diagram,grafik, dan peta.

Media visual yang diproyeksikan,terdiri dari media audio dan media audiovisual.

b. Media audio

c. Media audiovisual

3. Sumber Belajar

sumber belajar adalah segala bentuk penyajian bahan atau materi yang dapat dijadikan sumber untuk belajar. Contohnya, buku-buku, majalah, surat kabar, peta-peta, rekaman suara dan lain-lain.

B. PENGERTIAN PENDEKATAN KOGNITIF

Aspek-aspek yang termasuk kognitif adalah pengetahuan, pemahaman, penerapan,analisis, sintesis,dan evaluasi. Pendekatan kognitif adalah suatu pendekatan yang menekankan pada kecakapan intelektual.

C. MERANCANG METODE PEMBELAJARAN IPS SD YANG BERLANDASKAN PENDEKATAN KOGNITIF

Salah satu metode pembelajaran yang berlandaskan pendekatan kognitif adalah latihan inkuiri (inquiry training).

Tahap –tahap penerapan metode latihan inkuiri adalah berikut ini.

1. Menyajikan masalah

2. Mengumpulkan data dan verifikasi data

3. Mengumpulkan unsur baru

4. Merumuskan penjelasan

5. Menganalisis terhadap proses inkuiri

Hal-hal yang perlu diperhatikan guru dalam menerapkan metode latihan inkuiri adalah berikut ini.

a. Rencanakan waktu yang akan digunakan.

b. Siswa dapat melakukan secara kelompok.

c. Lanjutkan latihan inkuiri dengan diskusi.

d. Gunakan sumber-sumber yang sesuai masalah sebanyak – banyaknya.

D. MENERAPKAN METODE PEMBELAJARAN IPS SD YANG BERLANDASKAN PENDEKATAN KOGNITIF

Langkah pertama menentukan;

1. Kompetensi dasar

2. Materi pokok

3. Hasil belajar

4. Indikator

Setelah hal di atas dipahami, maka langkah selanjutnya adalah sebagai berikut;

1. Menyajikan masalah

2. Mengumpulkan data dan verifikasi data

3. Mengumpulkan unsur baru

4. Merumuskan penjelasan

5. Menganalisis terhadap proses inkuiri

E. MERANCANG DAN MENERAPKAN PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN IPS SD BERDASARKAN PENDEKATAN SOSIAL

1. PENGERTIAN PENDEKATAN SOSIAL

Metode pembelajaran IPS SD harus membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan hubungan dengan masyarakat, yang pada gilirannya kelak akan mampu membangun masyarakat dan mampu mengadakan hubungan antar pribadi.

F. CARA MERANCANG PENGGUNAAN METODE PENBELAJARAN IPS SD BERDASARKAN PENDEKATAN SOSIAL

Tahap-tahap penerapan metode inkuiri social adalah berikut ini.

1. Tahap Orientasi

2. Tahap Hipotesis

Hipotesis yang baik harus memenuhi syarat berikut ini.

a. Valid (sahih)

b. Kompabilitas

c. Mempunyai hubungan

3. Tahap Definisi

4. Tahap Eksplorasi

5. Tahap Pembuktian Hipotesis

6. Tahap Generalisasi

G. MENERAPKAN METODE PENBELAJARAN IPS SD BERDASARKAN PENDEKATAN SOSIAL

Langkah pertama menentukan;

1. Kompetensi dasar

2. Materi pokok

3. Hasil belajar

4. Indikator 

Kemudian langkah selanjutnya;

1. Tahap Orientasi

2. Tahap Hipotesis

3. Tahap Definisi

4. Tahap Eksplorasi

5. Tahap Pembuktian 

6. Tahap Generalisasi

H. MERANCANG DAN MENERAPKAN PEMBELAJARAN IPS SD BERDASARKAN PENDEKATAN PERSONAL

1. PENGERTIAN PENDEKATAN PERSONAL

Pendekatan personal ini lebih menekankan pada proses yang membantu individu dalam membentuk dan mengorganisasikan kenyataan-kenyataan yang konflik.

I. CARA MERANCANG METODE PEMBELAJARAN BERDASARKAN METODE PERSONIL

Salah satu metode pembelajaranyang berlandaskan pendekatan personal yang akan dipilih sebagai contoh adalah metode pertemuaan kelas. 

Menurut glasser metode pertemuan kelas dibedaakan menjadi tiga tipe

1. Tipe pertemuan pemecahan masalah sosial

2. Tipe pertemuaan terbuka

3. Tipe pertemuaan terarah dan terbuka

Langkah-langkah penerapan metode pertemuaan kelas adalah berikut ini 

1. Menciptakan iklim yang mengundang keterlibatan 

2. Menyajikan masalah untuk diskusi

3. Mengembangkan pertimbangan nilai pribadi

4. Mengidentifikasi alternatif tindakan

5. Merumuskan kesepakatan

6. Perilaku tindakan lanjut

J. MENERAPAN METODE PEMBELAJARAN IPS SD BERDASARKAN PENDEKATAN MODIFIKASI PERSONAL

1. Kompetensi dasar

2. Pokok bahasan (materi pokok)

3. Hasil belajar

4. Indikator

Setelah guru memahami empat hal tersebut maka langkah selanjutnya adalah sebagai berikut

1. Menciptakan iklim yang mengundang keterlibatan 

2. Menyajikan masalah untuk diskusi 

3. Mengembangkan pertimbangan nilai pribadi 

4. Mengindefikasi alternatife tindakan

5. Merumuskan kesepakatan 

6. Perilku tindak lanjut

K. MERANCANG DAN MENERAPKAN METODE PEMBELAJARAN IPS SD BERDASARKAN PENDEKATAN MODIFIKASI PERILAKU

1. PENGERTIAN PENDEKATAN MODIFIKASI PERILAKU

Mengajar pada dasarnya adalah mengusahakan terjadinya perubahan dalam perilaku peserta didik dan perubahan perilaku tersebut haruslah dapat diamati secara jelas.

Rumpun pendekatan perilaku 

a. Pendekatan pengelolaan kontingensi menurut skinner

b. Pendekatan mawas diri menurut skinner

c. Pendekatan relaksasi menurut David C. Rimm dan John C. Masters

d. Pendekatan reduksi stress menurut David C. Rimm dan John C. masters

e. Pendekatan assertive training menurut J. Welpe, Arnold A. Lazarus dan A. Salter.

f. Pendekataan direct training menurut Robert Gagne, Karl. U. Smith dan Margaret Foltz Smith.

L. CARA MERANCANG METODE PEMBELAJARAN IPS DI SD BERDASARKAN PENDEKATAN MODIFIKASI PERILAKU

1. Tahap pengenalan prinsip tingkah laku

2. Tahap menetapkan data dasar

3. Tahap menyiapkan program yang realistis

4. Tahap pelaksanaan program

5. Tahap evaluasi dan tindak lanjut

M. MENERAPKAN METODE PEMBELAJARAN IPS DI SD BERDASARKAN PENDEKATAN MODIFIKASI PERILAKU

1. Kompetensi dasar

2. Materi pokok ( pokok Bahasan)

3. Hasil belajar

4. Indikator ( Uraian Materi)

5. Pelaksanaan pembelajaran

N. MERANCANG DAN MENERAPKAN METODE PEMBELAJARAN IPS SD BERDASARKAN PENDEKATAN EKSPOSITORI

1. PENGERTIAN PENDEKATAN EKSPOSITORI

Pendekatan ekspositori adalah pendekatan yang menekankan pada pengolahan materi pelajaran yang telah jadi atau siapndisampaikan kepada peserta didik.

O. MERANCANG METODE PEBELAJARAN IPS DI SD BERDASARKAN PENDEKATAN EKSPOSITORI

Sifat-sifatnya yang kurang baik, yaitu berikut ini .

1. Kurang memberikan kesempatan untuk bertanya atau berdiskusi memecahkan masalah sehingga daya serap siswa kurang tajam

2. Kadang-kadang pernyataan atau penjelasan lisan sukar ditangkap. Apalagi jika menggunakan kata-kata asing.

3. Kurang member kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kecakapannya untuk mengeluarkan pendapat.

4. Kurang cocok untuk anak yang tingkat abstraksinya masih kurang.

5. Dapat menimbulkan kebosanan peserta didik dan verbalisme.

Metode ceramah dapat digunakanapabilaterdapat hal-hal berikut ini.

1. Bahan ceramah yang akan diberikan jumlahnya volumenya sangat banyak

2. Banyak atau materi yang akan dibrikan merupakan bahan baru.

3. Para peserta didik dapat memahami informs melalui kata-kata

Langkah-langkah dalam melaksanakan metode ceramah adalah berikut 

1. Melakukan kegiatan pendahuluan

2. Menyajikan bahan pelajaran dengan memperhatikan factor-faktor

3. Menutup pelajran dengan kegiatan sebagai berikut

P. MENERAPKAN METODE PEMBELAJARAN IPS SD BERDASARKAN PENDEKATAN EKSPOSITORI

1. Kompetensi dasar

2. Mteri pokok

3. Hasil belajar

4. Indikator

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut

1. Melakukan kegiatan pendahuluan

2. Menyajikan bahan pembelajaran dengan kegiatan

3. Menutup pelajaran dengan kegiatan. 

BAB III

PENUTUP


1. KESIMPULAN

  • Pendekatan kognitif menekankan pada bagaimana individu merespons rangsangan yang datang dengan menggunakan kemampuan intelektual yaitu melalui mengorganisasikan data, merumuskan masalah dan membangun konsep untuk memecahkan masalah dengan simbol-simbol verbal dan nunverbal.
  • Pendekatan sosial menekankan kecakapan individu yang berhubungan dengan orang lain (masyarakat), dan memusatkan perhatian pada gejala-gejala sosial yang muncul. Metode inkuiri sosial tepat untuk mengkaji gejala-gejala sosial. Metode inkuiri sosial memungkinkan peserta didik berpikir dan mencari fakta-fakta, informasi atau data yang mendukung pembuktian hipotesis.
  • Pendekatan personal adalah suatu pendekatan yang menekankan pada usaha membantu peserta didik untuk mengembangkan dan pembentukan sikap. Salah satu contoh pendekatan personal adalah metode pertemuan kelas.
  • Pendekatan modifikasi perilaku adalah cara mengajar yang bertujuan mengusahakan terjadinya perilaku peserta didik.
  • Pendekatan ekspositori menitikberatkan pada peranan guru dalam pengolahan dan penyampaian materi pelajaran yang telah siap diterima oleh siswa. Salah satu contoh pendekatan eskpositori adalah metode ceramah.

2. SARAN 

Sebaiknya bagi seorang pendidik dapat memilih dan menggunakan media pembelajaran dengan baik sehigga peserta didik lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran yang disampaikan dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik.


DAFTAR PUSTAKA


Sardjijo,Ischak. (2019). Pendidikan IPS di SD. Banten: Universitas Terbuka.


Post a Comment for "Modul 7: Pemanfaatan sumber belajar IPS kelas tinggi"