Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Tips Mengontrol Agar Tidak Mudah Marah

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga selalu sehat-sehat saja, dan saya do’akan kepada siapa pun yang telah membaca artikel ini, supaya:

  1. Yang belum dapat jodoh, semoga segera dapat jodoh. Amiin….
  2. Yang belum dapat pekerjaan, semoga mendapatkan pekerjaan. Amiin….
  3. Yang sedang bekerja, mudah-mudahan rezkinya makin melimpah. Amiin….
  4. Yang sedang bersekolah, semoga sekolahnya berkah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Amiin….

Marah? 

Apa yang ada dibenak anda jika mendengar istilah marah ini? 

Apakah sesuatu yang menakutkan? Atau mungkin sesuatu yang sering terjadi pada diri anda? Wah….jangan…jangan…anda dikatakan sebagai seorang pemarah atau tempramental,,hehehee

Dilansir dari situs Wikipedia marah adalah suatu emosi yang secara fisik mengakibatkan antara lain peningkatan denyut jantung, tekanan darah, serta tingkat adrenalin dan nonadrenalin.

Marah bisa juga disebut sebagai luapan emosi seseorang karena dilatarbelakangi oleh suatu perasaan, misalnya adanya rasa jengkel atau tidak suka dapat memicu timbulnya rasa marah. Selain itu rasa marah juga dapat dipicu karena stress berlebihan, adanya permasalahan didalam lingkungan keluarga, maupun akibat faktor ekonomi didalam kehidupan. Kemudian rasa marah juga dapat timbul karena adanya perasaan tidak senang terhadap perilaku yang dimunculkan oleh orang lain, baik itu terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungannya.

Orang yang memiliki watak pemarah tentu membuat semua orang yang ada dilingkungan sekitarnya merasa takut, apalagi orang yang pemarah akan menjadikan dirinya mudah untuk tersinggung. Ketika kemarahan telah menguasai diri seseorang maka pemikiran dan juga perasaan hati nurani tidak akan pernah terhiraukan lagi hingga akhirnya penyesalahan pun melanda dirinya.

Kita sebagai manusia ini memang wajar marah, hanya saja kemarahan yang diungkapkan itu memiliki dasarnya. Misalnya, anak tidak mau sholat, mengaji dan belajar maka sebagai orangtua kita pantas untuk marah. Hanya saja kemarahan yang kita luapkan kepada seorang anak tidak disertai dengan menyakiti fisik si anak, misalnya memarahi anak sambil memukulnya dengan rotan/sapu, tentu hal ini tidak dibenarkan sebab dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologi anak.

Lantas bagaimana mengontrol agar tidak mudah marah?

Berikut mimin akan tuliskan 5 tips untuk mengontrol agar tidak mudah marah, semoga bermanfaat dan bagi anda yang megetahui tips lainnya cara mengontrol agar tidak sering marah agar sekiranya bersedia menuliskannya pada kolom komentar yang ada dibagian bawah artikel ini.

5 Tips Mengontrol Agar Tidak Mudah Marah

1) Dengan Mengatur Pernafasan

Ketika sedang marah nafas akan terasa berat (ngos-ngosan) tidak beraturan, kemudian detak jantung terasa semakin cepat. Nah, dengan demikian ketika ada rasa ingin marah terhadap sesuatu hal yang kita lihat cobalah untuk menarik nafas secara mendalam kemudian keluarkan secara perlahan, lakukan beberapa kali agar dapat mengontrol dan menghilangkan rasa marah tadi. Proses tarik-menarik nafas bisa dilakukan melalui hidung lalu dikeluarkan secara perlahan melalui hidung juga atau bisa juga menarik nafas secara mendalam melalui hidung kemudian mengeluarkannya secara perlahan melalui mulut.

2) Tenangkan Diri Dengan Berpikir

Ketika seseorang sedang sangat marah maka ia akan dapat bertindak diluar akal sehat, hal itu dilatarbelakangi karena rasa marah telah mengalahkan pola pemikiran kita. Padahal pola pikiran menjadi pengontrol didalam diri manusia, oleh sebab itu ketika ada rasa marah yang muncul didalam diri ini maka segeralah untuk menenangkan diri disuatu tempat lalu coba menganalisa pemicu timbulnya rasa marah dengan menggunakan pola pemikiran yang normal. Gunakan akal untuk memikirkan sebab-akibatnya kelak, apakah memberikan dampak yang postif atau malah justru merugikan diri kita sendiri. Ingat, akal menjadi pengontrol terhadap perasaan dan seluruh gerak-gerik anggota tubuh kitaini.

3) Berwudhu dan Membaca Al-Qur’an

Sebagai seorang muslim berwudhu menjadi prioritas utama ketika ingin melakukan suatu ibadah utama kepada sang pencipta, misalnya shalat maka harus didahului dengan berwudhu sebagai tanda bahwa diri dalam keadaan suci. Kemudian Al-Qur’an merupakan kitab suci bagi umat islam yang mana membacanya akan bernilai ibadah. Jadi, ketika kita sedang marah maka segeralah untuk mengambil air wudhu lalu membaca Al-Qur’an sebab rasa marah juga dapat disebabkan oleh gangguan jin pada diri manusia. Dengan demikian untuk menghindari dan mengatasinya sudah sepantas dan sewajarnya sebagai seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.

4) Diam dan Menjaga Lisan

Orang yang sedang marah maka ia bisa saja meluapkannya dengan berkata-kata yang tidak karuan. Dan yang perlu diketahui setiap perkataan yang keluar dari mulut atau ucapan bisa saja mengandung do’a, misalnya ketika orangtua sedang marah kepada anaknya lalu kemudian memarahinya dengan kata-kata yang kurang pantas didengar, maka bisa saja apa yang dikatakan oleh orangtuanya tersebut terjadi terhadap anaknya. Oleh sebab itu, ketika sedang marah maka kontrol lah dengan berdiam diri lalu kemudian menjaga lisan agar tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk diucapkan.

5) Melakukan Aktivitas Yang Positif

Untuk mengontrol agar tidak menjadi seorang yang temperamental atau pemarah maka lakukan aktivitas positif yang menyenangkan, seperti:

  • Bersosial bersama komunitas. Komunitas menjadi suatu wadah perkumpulan dalam melakukan suatu kegiatan atau tindakan, dan tentunya komunitas yang baik itu adalah komunitas yang tidak mengarahkan kita kepada hal-hal yang negatif. Jadi, jika anda membentuk suatu komunitas yang baik maka lakukanlah sosialisasi untuk membuat diri anda sibuk dalam suatu kegiatan.
  • Berolahraga, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak yang positif pada diri sendiri tetapi juga sebagai pengontrol terhadap mental. Dengan berolahraga maka kita dapat mengontrol perasaan emosi atau stress yang berkepanjangan, tubuh yang sehat tentu tekanan emosi akan berkurang.
  • Saling berkomunikasi. Nah, bagi anda yang sering meluapkan rasa marah tanpa dasar apa pun maka dapat menjalin komunikasi untuk mendapatkan masukan atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Komunikasi dapat dilakukan dengan orang-orang terdekat seperti sahabat, keluarga maupun terhadap ornag yang ahli dalam menangani masalah kejiwaan.   

Nah, mungkin itu saja apa yang dapat mimin tuliskan tentang 5 Tips Mengontrol Agar Tidak Mudah Marah, semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian dimana pun berada dan mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau ada kalimat yang sulit untuk dipahami. Dan jika anda mempunyai tips lainnya tentang mengontrol agar tidak mudah marah, maka agar sekiranya berkenan untuk menuliskannya pada kolom komentar yang ada dibagian bawah artikel ini.

Post a Comment for "5 Tips Mengontrol Agar Tidak Mudah Marah"