Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Inspirasi keluarga miskin yang berubah menjadi kaya

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh


Bagaimana kabarnya untuk hari ini? Mudah-mudahan selalu diberikan kesehatan dan kelapangan dalam hidupnya. Amiin…

Oh, ya kali ini artikel saya bercerita tentang keluarga yang awalnya miskin namun lambat laun berubah menjadi keluarga mapan yang kaya. Bagaimana mereka bisa menjadi keluarga yang kaya? Baca saja artikelnya sampai habis, semoga ada pelajaran yang bisa di ambil dalam cerita tersebut.

a. Keluarga sederhana

Dulu kehidupan kami bisa dibilang sebagai keluarga miskin, karena kami selalu mendapatkan santunan dari pemerintah desa setempat. saya bekerja sebagai buruh lepas, terkadang apa pun akan saya kerjakan asalkan itu halal guna untuk memenuhi kehidupan rumah tangga kami. Istri saya bekerja sebagai seorang pencuci pakaian dirumah-rumah tetangga, itu pun jika ada tetangga yang menginginkan tenaganya, jika tidak sedang mencuci ia hanya membuat kerajinan sapu lidi untuk dijual kepada orang yang membutuhkan, dan anak kami pun masih kecil-kecil.

Kami sangat beruntung tinggal dilingkungan masyarakat yang sangat baik, mereka selalu mengedepankan kehidupan bermasyarakatnya daripada kehidupan pribadinya. Mereka akan selalu siap membantu jika ada warga lain yang sedang membutuhkan bantuan.

Saya selalu menanamkan beberapa sikap terhadap keluarga saya, seperti:

1. Tidak mengharapkan bantuan kepada orang lain

Meskipun keluarga kami tergolong orang miskin, namun kami tak pernah mengharapkan pemberian dari orang lain. Keluarga kami bukan seorang pengemis, kami masih memiliki tenaga, tubuh kami masih sehat sehingga kami masih bisa berusaha dan bekerja keras, apa pun itu pekerjaannya yang terpenting halal.

2. Selalu bersyukur

Saya selalu menanamkan agar selalu mensyukuri nikmat yang telah didadapatkan, baik itu berupa rezki maupun pekerjaan. Berapa pun hasil yang didapatkan tetap selalu disyukuri, cukup atau tidak keperluan hidup tetap disyukuri. Meskipun makan cuma dengan nasi saja tanpa adanya lauk-pauk, tetap kita harus bersyukur karena sudah diberi rezki berupa sesuap nasi. Diluar sana banyak orang yang kelaparan dan lebih sakit lagi kehidupannya dibandingkan dengan kehidupan kita sendiri.

3. Selalu berbagi kepada orang lain

Jika kita punya rezki yang berlebih, hendaknya sedekahkan meskipun itu hanya sedikit. Jika tidak bisa berbagi menggunakan harta, kita bisa berbagi menggunakan tenaga yang kita miliki, itu akan lebih baik jika hanya berdiam diri dan tidak peduli terhadap sesama. Ketika kita berbuat baik kepada orang lain, maka akan ada balasan yang didapatkan. Ingat semua itu hanya titipan dan bersifat sementara, harta yang dimiliki akan mudah datang dan hilang begitu saja karena kehidupan ini sudah ada yang mengatur.

4. Berbuat baik terhadap tetangga

Tetangga adalah orang yang hidupnya berada didekat kita, saya selalu mengajarkan kepada istri dan anak-anak saya supaya selalu berbuat baik dan peduli kepada tetangga sendiri. Orang pertama yang akan menolong kita ketika musibah datang melanda kita adalah orang yang dekat dengan kehidupan kita, semisal tetangga. Oleh sebab itu peduli terhadap sesama sangat membahagiakan, saling pengertian itu jauh lebih baik daripada harus hidup sendiri-sendiri. Hidup bersosial itu sangat penting, karena kita tak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain.

5. Taat beribadah

Tentu ini menjadi hal yang sangat penting untuk hidup, ada kewajiban yang harus kita laksanakan, seperti shalat. Jangan pernah lupakan shalat, karena shalat merupakan pintu untuk kita meminta dan memohon kepada sang pencipta. Berdo’a dan berusaha itu jauh lebih baik daripada kita hanya berusaha saja namun tidak pernah ingin mau berdo’a.

Mungkin itu semua secara garis besar tentang sikap yang saya tanamkan kepada keluarga sederhana kami. Kami memang keluarga yang miskin namun kami tidak akan pernah lupa kepadanya.

b. Keberhasilan

Hingga suatu ketika datang seseorang kepada keluarga kami untuk memberikan pekerjaan yang layak serta tempat tinggal yang layak. Kami tidak mengenal orang itu, siapa dia dan darimana asalnya. Ia tahu dan kenal dengan keluarga kami dari pembicaraan orang-orang yang ada disekitar tempat tinggal kami. Setelah ia berbicara banyak tentang maksud dan tujuannya menemui kelauarga kami, kami pun dengan senang hati menerima permintaannya tersebut dan bekerja dirumah orang itu sebagai pembantu. Saya bekerja sebagai tukang kebun dan istri saya bekerja sebagai seorang tukang masak dirumah orang tersebut.

Mungkin inilah jawaban dari do’a-do’a kami, akhirnya kami berhasil mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang layak. Kami bersyukur atas nikmah keberhasilan yang telah didapatkan ini. 

Dan kami bertekad untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dengan membawa sikap kejujuran. Setiap kali upah yang kami dapatkan dari bekerja selalu kami simpan dan sebagiannya kami sisihkan untuk membantu sesama.

Kami tak akan pernah melupakan kehidupan yang dahulu, dan dengan semangat serta kerja keras akhirnya kami pun berhasil juga.

c. Tabungan

Bertahun-tahun kami bekerja dan tabungan yang kami miliki sudah cukup lumayan banyak, kami pun berhenti bekerja pada orang kaya yang baik hati itu dan memutuskan untuk memulai usaha dan kehidupan yang baru. Awalnya ia menolak keinginan untuk berhenti bekerja dirumahnya dengan alasan ia masih membutuhkan tenaga kami, tapi tekad kami sudah bulat ingin memulai usaha sendiri dengan menggunakan hasil tabungan kami selama ini. Ia pun mencoba mengerti dan memahami tekad kami.

Kami pun mulai membuka usaha sebagai pedagang beras dan bertempat tinggal dirumah sewaan. Setiap hari usaha yang kami bangun makin berkembang dan semakin maju, hingga akhirnya kami pun dapat membuat rumah sendiri.

Sekali lagi kami tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur atas kenikmatan yang telah didapatkan dan tentunya tidak akan pernah lupa untuk berbagi kepada sesama. Karena kami sadar bahwa kekayaan yang dimiliki sekarang ini hanya titipan dan sewaktu-waktu akan hilang, oleh sebab itu kami tak ingin terlena dengan kekayaan ini. 

Kami akan selalu siap membantu jika itu yang diperlukan oleh orang lain, tentunya membantu dengan tulus ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.

Butiran Hikmah

Hari ini saya tersenyum tentang keberhasilan yang telah diraih, sungguh dengan kerja keraslah serta do’a lah yang telah merubah jalan hidup kami. Puji syukur selalu terucap dalam mulut kami.

Yang awalnya kehidupan kami jauh dari kata cukup sekarang alhamdullah sudah lebih dari cukup, yang awalnya kami bekerja dengan penuh keringat karena terik matahari setiap harinya sekarang alhamdullah selalu berada ditempat yang teduh. Dulu kami menjadi pembantu sekarang alhamdulillah sekarang bisa membantu orang lain dengan memberikan pekerjaan yang layak untuknya.

Setiap perjalan hidup ini sudah ada yang mengatur, kita hanya menjalani dan berdo’a serta mensyukurinya. Namun ketika sudah mendapatkan keberhasilan jangan pernah lupakan saat kita sedang berada dibawah. Sehingga dengan hal itu menjadikan diri kita tidak takabur dan sombong kepada sesama. 

2 komentar untuk "Cerita Inspirasi keluarga miskin yang berubah menjadi kaya"