Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita inspirasi: tukang kayu dan 2 bersaudara

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh


Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga selalu sehat-sehat saja, dan saya do’akan kepada siapa pun yang telah membaca artikel ini, supaya:
  1. Yang belum dapat jodoh, semoga segera dapat jodoh. Amiin….
  2. Yang belum dapat pekerjaan, semoga mendapatkan pekerjaan. Amiin….
  3. Yang sedang bekerja, mudah-mudahan rezkinya makin melimpah. Amiin….
  4. Yang sedang bersekolah, semoga sekolahnya berkah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Amiin….
Marhaban ya ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan dibulan yang suci ini, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amiin…..

Tetap semangat dalam menjalani ibadah puasa, dan jangan sampai berlobang ya sahabat-sahabat semua jika tidak sedang berhalangan. 

Sudah 3 hari tidak menulis artikel terasa ada yang kurang dalam diri ini, maklum saja karena ada kesibukan yang harus dikerjakan. Beryukur masih ada stok artikel lainnya yang telah disiapkan sebelum dipublikasikan melalui suatu wadah bernama blog. Hari ini saya akan menuliskan cerita inspirasi dari dengan judul Tukang Kayu dan 2 bersaudara. Ayooo,,,silahkan dibaca artikelnya sampai habis supaya tidak gagal fokus, takutnya jika sahabat-sahabat semua gagal fokus ada yang mengasih AQUA seperti iklan ditelivisi itu lho, heehee….

Langsung saja dibaca artikelnya!!!!!!!!

Tukang Kayu dan 2 bersaudara

Suatu hari ada dua bersaudara yang tinggal diladang yang bersebelahan sedang berselisih. Mereka tidak saling tegur sapa, tolong-menolong, serta tidak saling mempedulikan, padahal mereka itu bersaudara. Dan ini adalah perpecahan yang paling parah selama mereka bertani berdampingan sejak 40 tahun yang lalu. Sebelumnya mereka saling berbagi peralatan mesin, tukar menukar buruh tani dan saling berjual-beli barang tanpa masalah apapun.

Kerjasama yang terbina sejak lama tiba-tiba saja hancur berantakan. Awalnya hanya sedikit kesalah pahaman lalu berkembang menjadi perselisihan, dan akhirnya meledak menjadi saling caci maki dan tidak saling sapa.

Suatu pagi, terdengar ketukan di pintu rumah si kakak. Ketika pintu rumah dibuka, berdiri dihadapannya seorang tukang kayu dengan peralatannya.

“Aku butuh pekerjaan untuk beberapa hari,” kata si tukang kayu. “Mungkin kau punya beberapa pekerjaan kecil yang dapat kubantu?”

“Ya, kata si kakak. “Aku punya pekerjaan untukmu, lihatlah ladang diseberang sungai kecil itu. Ladang itu milik tetanggaku, sebenarnya ia adalah adikku. Dulu, diantara ladang kita ini ada padang rumput, lalu ia buldozer sehingga kita sekarang dipisahkan oleh sungai kecil. Mungkin ia berbuat demikian untuk menjengkelkanku. Aku akan memberi balasan setimpal. Kau lihattumpukan kayu disebelah kandang itu? Aku minta buatkan pagar setinggi 8 kaki, sehingga aku tidak lagi harus memandang kediamannya setiap hari.”

Tukang kayu pun berkata,”Sekarang aku mengerti persoalannya. Tunjukkan kepadaku tempat paku dan alat pemancang tiang sehingga aku dapat segera melakukan pekerjaan yang memuaskan.”

Hari itu sang kakak harus pergi kekota untuk membeli berbagai kebutuhan yang diperlukan oleh si tukang dalam bekerja. Seleah membantu si tukang kayu dalam mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, pergilah ia kekota seharian.

Si tukang kayu bekerja keras hari. Ia mengukur, menggergaji dan memaku. Menjelang petang, ketika petani itu datang dan si tukang kayu telah menyelesaikan pekerjaannya.

Mata si petani melotot, mulutnya melongo. Tidak ada pagar di situ; yang ada hanya jembatan. Jembatan itu menjulur dari sisi sungai satu ke sisi yang lainnya. Benar-benar pekerjaan yang indah lengkap dengan pagar di kiri kanannya. Dan tetangganya….adiknya, datang dari seberang dengan tangan terulur ke depan.

“Kau benar-benar telah berbaik hati membuat jembatan ini setelah apa-apa yang kuucapkan dan lakukan,” kata adiknya.

Kedua saudara itu pun berjalan dan bertemu ditengah jembatan lalu berpegangan tangan. Mereka berdua menoleh kearah si tukang kayu yang lagi mengangkat kotak peralatan ke atas pundaknya untuk bersiap-siap pergi.

“Tunggu…….., tunggu dulu……!!! Diamlah di sini beberapa hari. Aku punya banyak pekerjaan untukmu,” kata si kakak.

“Sebenarnya aku ingin tinggal lebih lama,” kata si tukang kayu, “tapi ada banyak jembatan yang harus kubangun.”

Butiran Hikmah

Dari cerita diatas hikmah atau pelajaran yang dapat diambil cuma satu yaitu saling memaaf-maafkan. Gunakanlah moment indah dibulan suci ramadhan ini untuk saling memaafkan antar sesama, terlebih-lebih lagi kepada saudara kita sendiri. Terkadang sekarang ini banyak terlihat orang-orang yang saling mencaci maki, saling acuh tak acuh, saling tidak memperdulikan, padahal mereka bersaudara. Saudara itu memiliki ikatan yang sangat kuat karena terlahir dari rahim yang sama dan ibu yang sama, jadi tak sepantasnya saling memusuhi dikarenakan hal kecil. 

Jika pun ada terjadi perselisihan maka segeralah menyelesaikannya secara damai, kemudian ikat kembali tali persaudaraan yang pernah terputus itu. Apalagi dibulan suci ramadhan ini, saling bertegur sapalah dengan saudara kita itu. Jangan jadikan hati menjadi keras, sekeras batu dan jangan jadikan pikiran dengan keegoisan. Mengalah adalah sesuatu yang sangat wajar, kita mengalah bukan berati kita lemah, kita mengalah demi menghindari terjadinya permusuhan atau perselisihan. Dan jadilah orang yang bijak ketika menghadapinya.
  1. Ayooo…..mari kita perbaiki hubungan saudara yang telah retak itu
  2. Ayooo….saling berjabat tangan dan memeluk saudara kita itu
  3. Ayooo….saling bertegur sapa terhadap saudara kita itu
  4. Ayooo….saling maaf-memaafkan    

2 komentar untuk "Cerita inspirasi: tukang kayu dan 2 bersaudara"