Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

[PPT] MODUL 3: PROSEDUR PENGEMBANGAN KURIKULUM

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga selalu sehat-sehat saja, dan saya do’akan kepada siapa pun yang telah membaca artikel ini, supaya:

  1. Yang belum dapat jodoh, semoga segera dapat jodoh. Aamiin….
  2. Yang belum dapat pekerjaan, semoga mendapatkan pekerjaan. Aamiin….
  3. Yang sedang bekerja, mudah-mudahan rezkinya makin melimpah. Aamiin….
  4. Yang sedang bersekolah, semoga sekolahnya berkah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Aamiin….

Pendidik merupakan tenaga yang profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik di perguruan tinggi. Keterampilan dan pengimplementasian dalam profesi sangat didukung oleh teori yang telah dipelajari khususnya dalam pengembangan kurikulum yang telah ditetapkan disekolah masingmasing. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan Imu kepada siswa dan merupakan suatu usaha untuk pencapaian tujuan pembelajaran, secara kualitatif maupun kuantitatif.

Dalam kurikulum terdapat proses pengembangan, yang secara umum terdiri dari perencanaan, implementasi dan evaluasi. Proses pengembangan tersebut bertujuan untuk menciptakan kurikulum efektif. Terdapat beberapa tokoh yang merumuskan tahapan dalam pengembangan kurikulum. Akan tetapi pada proses pengembangan kurikulum dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, terdapat pula beberapa hambatan dalam pengembangan kurikulum. (Fajri, 2019). Berdasarkan hal tersebut, dapat dibahas kembali terkait proses pengembangan kurikulum di SD yang mencakup; Proses pengembangan kurikulum, Tahapan pengembangan kurikulum menurut para ahli, serta Faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum di SD.

A. Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum

Pengertian secara umum prinsip berarti azas, dasar, keyakinan dan pendirian. Prinsip itu menunjukkan pada suatu hal yang sangat penting, mendasar, harus diperhatikan, memiliki sifat mengatur dan mengarahkan. Dalam pengembangan kurikulum ada beberapa prinsip yang umum digunakan dalam pengembangan kurikulum, antara lain, prinsip berorientasi pada tujuan, kontinuitas, fleksibilitas, dan integritas. 

Pengembangan kurikulum merupakan proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer), dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar, dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. (Suparlan, 2011). Pengembangan kurikulum juga merupakan perencana, pelaksana, penilai dan pengembang kurikulum sebenarnya.

Ide dalam perencaan kurikulum berasal dari:

1. Prinsip Umum Pengembangan Kurikulum

a. Prinsip Berorientasi Pada Tujuan

Pengembangan kurikulum harus berorientasi pada tujuan, prinsip ini menegaskan bahwa tujuan merupakan arah bagi pengembangan komponen- komponen lainnya dalam pengembangan. Tujuan kurikulum harus dapat dipahami dengan jelas oleh para pelaksana kurikulum kurikulum untuk dapat dijabarkan menjadi tujuan-tujuan lainnya yang lebih spesifik dan operasional. Tujuan kurikulum juga harus komprehensif, yakni meliputi berbagai aspek domain tujuan baik kognitif, afektif, maupun psikomotor. 

b. Prinsip Kontinuitas

Prinsip kontinuitas yaitu adanya kesinambungan dalam kurikulum, baik secara vertikal maupun secara horizontal. Khususnya kesinambungan materi kurikulum pada jenis dan jenjang  pendidikan mulai dari SD, SMP,SLTA,SMU/SMK sampai ke PT (Perguruan Tinggi). Makna kontinuitas disini adalah berhubungan, yaitu adanya nilai keterkaitan antara kurikulum dari berbagai tingkat Pendidikan. 

Dalam pengembangan materi kurikulum minimal dua aspek kesinambungan yaitu:

  • Materi kurikulum yang diperlukan pada sekolah tingkat atas harus sudah diberikan pada sekolah tingkat bawah
  • Materi kurikulum yang sudah diberikan pada sekolah tingkat yang ada di bawah tidak perlu lagi diberikan pada sekolah tingkat atas. 

c. Prinsip Fleksibilitas

Prinsip fleksibilitas artinya bahwa kurikulum itu harus lentur dan tidak kaku, terutama dalam hal pelaksanaannya, dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar apa yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar belakang peserta didik. 

Prinsip fleksibel juga terkait dengan adanya kebebasan siswa dalam memilih program studi yang dipilih. Pengembangan kurikulum atau sekolah harus mampu menyediakan berbagai program pilihan bagi siswa, siswa diperkenankan memilih sesuai dengan minat, bakat, kemampuan, dan kebutuhannya. 

Fleksibel juga diberikan kepada guru, yang artinya kurikulum harus memberikan ruang gerak bagi guru untuk mengembangkan program pengajarannya sesuai dengan kondisi yang ada, asalkan tidak menyimpang jauh dari apa yang telah digariskan dalam kurikulum.

d. Prinsip Integritas

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan prinsip keterpaduan, dirancang untuk mampu membentuk manusia yang utuh, pribadi yang integrated, yaitu selaras dengan lingkungan hidup sekitarnya. Untuk itu, kurikulum harus mengembangkan berbagai keterampilan hidup (lifeskill). 

Keterampilan hidup dapat dikategorikan menjadi lima bagian, yaitu:

  1. Keterampilan mengenal diri sendiri (self awareness) atau keterampilan personal (personal skill)
  2. Keterapilan berfikir rasional (thinking skill)
  3. Keterampilan sosial (social skill)
  4. Keterampilan akademik (academic skill)
  5. Keterampilan  vokasional (vocation skill)

B. Prinsip Khusus Pengembangan Komponen Kurikulum

Prinsip khusus berkenaan dengan prinsip yang digunakan dalam mengembangkan komponen utama kurikulum, yaitu:

a. Prinsip yang berkenaan dengan Tujuan Pendidikan (jangka panjang, menengah, maupun pendek), bersumber pada:

  1. Ketentuan dan kebijakan pemerintah
  2. Survei mengenai persepsi orang tua/masyarakat
  3. Survei tentang pandangan para ahli
  4. Survei tentang SDM
  5. Pengalaman negara lain
  6. Penelitian

b. Prinsip yang berkenaan dengan Pemilihan Isi Pendidikan, yaitu:

  1. Perlu penjabaran tujuan pendidikan ke dalam perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana
  2. Isi bahan pelajaran harus meliputi segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan
  3. Unit-unit kurikulum disusun berdasarkan urutan yang logis dan sistematis.

c. Prinsip yang berkenaan dengan Pemilihan Proses Belajar Mengajar Hendaknya memperhatikan apakah metode/teknik tersebut:

  1. Dapat mencapai tujuan kognitif, afektif, dan psikomotor?
  2. Cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran?
  3. Memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa
  4. Memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat
  5. Lebih mengaktifkan siswa atau guru atau keduanya
  6. endorong berkembanganya kemampuan baru
  7. Menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah, juga mendorong penggunaan sumber belajar yang ada di rumah dan masyarakat.

d. Prinsip yang berkenaan dengan Pemilihan Media dan Alat Pengajaran, seperti:

  1. Alat/media apa yang diperlukan? Sudah tersedia, atau ada penggantinya?
  2. Jika perlu dibuat, siapa yang membuat, berapa biayanya, gberapa lama waktunya?
  3. Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran, apakah dalam bentuk modul atau paket belajar?
  4. Bagaimana pengintergrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar? Hasil terbaik diperoleh dengan penggunaan multimedia.
e. Prinsip yang berkenaan dengan Penilaian, yaitu:
  1. Bagaimana karakteristik kelas, usia, dan tingkat kemampuan kelompok yang akan dites?
  2. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan tes?
  3. Apakah tes tersebut berbentuk uraian atau pilihan?
  4. Berapa banyak butir tes yang perlu disusun?
  5. Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau siswa?

C. Langkah-langkah Pengembangan Kurikulum

1. Analisis dan Diagnosis Kebutuhan

Langkah pertama dalam pengembangan kurikulum adalah menganalisis dan menndiagnosis kebutuhan. Analisis kebutuhan dapat dilakukan dengan mempelajari tiga hal, yaitu kebutuhan siswa, tuntutan masyarakat /dunia kerja, dan harapan – harapan dari pemerintah (kebijakan pendididikan).

Pendekatan yang dapat dilakukan untuk menganalisis kebutuhan ada tiga, yaitu survei kebutuhan, studi kompetensi, dan analisis tugas. Hasil akhir kegiatan analisis dan diagnosis kebutuhan ini adalah deskripsi kebutuhan sebagai bahan yang akan dijadikan masukan bagi langkah selanjutnya dalam pengembangan kurikulum yaitu perumusan tujuan.

2. Perumusan Tujuan

Tujuan-tujuan dalam kurikulum berhierarki, mulai dari tujuan yang paling umum (kompleks) sampai pada tujuan-tujuan yang lebih khusus dan operasional. Hierarki tujuan tersebut meliputi : Tujuan Pendididikan Nasional, Tujuan Insitusional, Tujuan Kurikuler, serta Tujuan Instruksional. Di samping bersifat hierarki,  komponen tujuan juga dapat dibagi dalam beberapa taksonomi tujuan.

Benyamin S. Bloom dalam Taxonomy of Educational Objective membagi tujuan ini menjadi tiga ranah/domain , yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Domain kogniitif berkenaan dengan pengusaaan kempampuan kemampuan intelektual atau berpikir, domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaaan, minat, sikap dan nilai-nilai, sedangkan domain psikomotor berkenaan dengan penguasaaan dan pengembangan ketrampilan motorik.

3. Pemilihan  dan Pengorganisasian Materi

Materi kurikulum disusun berdasarkan prosedur-prosedur tertentu yang merupakan salah satu bagian dalam pengembangan kurikulum secara kseluruhan. Dalam Handbook for Evaluating and Selecting Curiculum Materials, M.D Gall (1981) mengemukakan sembilan tahap dalam pengembangan bahan kurikulum, yaitu identifikasi kebutuhan, merumuskan misi kurikulum, menentukan anggaran biaya, membentuk tim, mendapat susunan bahan, menganalisis bahan, menilai bahan, membuat keputusan adopsi, menyebarkan, mempergunakan, dan memonitor penggunaan bahan.

Materi kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Isi dari kegiatan pembelajaran tersebut adalah isi dari kurikulum. Dalam penyusunan bahan pelajaran ini dikenal ada istilah scope dan sequence. Scope atau ruang lingkup menyangkut keluasan dan kedalaman materi kurikulum. Sequence menyangkut urutan susunan bahan kurikulum. Sequence dapat disusun dengan mempertimbangkan tiga hal, yaitu struktur disiplin ilmu, taraf perkembangan siswa, dan pembagian materi kurikulum berdasarkan tingkatan kelas.

4. Pemilihan dan Pengorganisasian Pengalaman Belajar

Cara pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode serta teknik yang disesuaikan dengan tujuan dan sifat materi yang akan diberikan. Pengalaman belajar siswa bisa bersumber dari pengalaman penciuman, atau pengalaman suara, pengalaman perabaaan, dan penciuman. Semua pengalaman belajar tersebut dapat diorganisasikan sedemikian rupa dengan sumber, fasilitas, dan masyarakat.

5. Pengembangan Alat Evaluasi

Pengembangan alat evaluasi dimaksudkan untuk menelaah kembali apakah kegiatan yang telah dilakukan itu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Mc Neil (1977) mengungkapkan ada dua hal yang perlu mendapatkan jawaban dari penilaian kurikulum, yaitu:

  1. Apakah kegiatan kegiatan yang dikembangkan dan diorganisasikan itu memungkinkan tercapainya tujuan pendidikan yang dicita-citakan?
  2. Apakah kurikulum yang telah dikembangkan itu dapat diperbaiki dan bagaimana cara memperbaikinya?
  3. Penilaian pada dasarnya merupakan suatu proses pembuatan pertimbangan terhadap suatu hal. Scriven dalam Nurgiyantoro mengemukakan bahwa penilaian itu terdiri atas tiga komponen yaitu pengumpulan informasi, pembuatan pertimbangan, dan pembuatan keputusan. Evaluasi kurikulum dapat dilakukan terhadap komponen  komponen kurikulum itu sendiri, evaluasi terhadap inplementasi kurikulum, dan evaluasi terhadap hasil yang dicapai.

Download PPT Modul 3 dengan materi Prosedur Pengembangan Kurikulum disini

Akhir Kata

Mungkin itu saja apa yang dapat mimin bagikan yaitu tentang Proseur Dalam Pengembangan Kurikulum. Dengan memahami prosedur pengembangan kurikulum maka akan menambah wawasan kita tentunya sebagai seorang guru/tenaga pendidik, sehingga diharapkan mampu membuat inovasi baru guna untuk menunjang prestasi siswa dalam belajar. semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian dimana pun berada dan mohon maaf jika terdapat kesalahan didalam penulisan atau ada kalimat yang sulit untuk dipahami. 

Post a Comment for "[PPT] MODUL 3: PROSEDUR PENGEMBANGAN KURIKULUM"