Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

CARA MENGAJAR SASTRA SECARA RESEPTIF DAN PRODUKTIF UNTUK ANAK

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

CARA MENGAJAR SASTRA SECARA RESEPTIF DAN PRODUKTIF UNTUK ANAK

Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga selalu sehat-sehat saja, dan saya do’akan kepada siapa pun yang telah membaca artikel ini, supaya:

  1. Yang belum dapat jodoh, semoga segera dapat jodoh. Aamiin….
  2. Yang belum dapat pekerjaan, semoga mendapatkan pekerjaan. Aamiin….
  3. Yang sedang bekerja, mudah-mudahan rezkinya makin melimpah. Aamiin….
  4. Yang sedang bersekolah, semoga sekolahnya berkah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Aamiin….

Dilansir dari situs WIKIPEDIA Sastra merupakan kata serapan dari bahasa sanskerta yaitu shaastra yang berarti teks yang mengandung instruksi atau pedoman. Teks sastra tidakhanya berisikan tentang instruksi ajaran, lebih dariitu dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada Kesustraan atau sebuah tulisan yang memiliki arti keindahan tertentu.

Menurut Sumardjo dan Saini KM (1991:3) bahwa sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran kongkrit yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.

Oleh sebab itu, sastra memiliki peran penting dalam dunia pendidikan karena lewat karya sastra orang-orang dapat mengungkapkan ide-idenya secara bebas tanpa adanya paksaan. Sastra juga dapat dijadikan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan suatu perasaan terhadap suatu kejadian atau peristiwa penting yang sedang terjadi.

Terdapat istilah reseptif dan produktif dalam sasatra yang diajarkan kepada anak, Reseptif dan produktif dalam karya sastra termasuk pada bagian apresiai sastra, apresiasi dapat diartikan sebagai bentuk penilaian yang baik atau penghargaan terhadap karya sastra. Dalam pengertian lebih luas, istilah apresiasi mengandung makna pengenalan melalui perasaan atau kepekaan batin, dan pemahaman serta pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang.

A. Mengenal Sastra Anak Secara Reseptif

Sastra anak secara Reseptif adalah bentuk penghargaan, penilaian, dan penghayatan terhadap hasil karya yang dibuatnya, baik yang berbentuk puisi, prosa, maupun drama yang dilakukan cara membaca, mendengarkan, dan menyaksikan pementasan drama.

a. Pendekatan Ynag Dilakukan Dalam Mengenalkan Karya Sastra Secara Reseptif

Dalam sastra anak secara reseptif terdapat beberapa pendekatan, diantaranya:

  • Pendekatan emotif merupakan pendekatan yang mengantar pembaca untuk dapat menikmati dan menunjukkan nilai-nilai keindahan yang terkandung dalam suatu karya sastra.
  • Pendekatan didaktis adalah merupakan pendekatan untuk mengarahkan anak agar dapat memetik pesan atau amanat yang terdapat dalam suatu karya sastra.
  • Pendekatan analitis merupakan pendekatan yang dapat membantu pembaca untuk memahami unsur-unsur instrinsik yang membangun karya antar unsur sebagai suatu kesatuan yang utuh.

b. Cara Mengajar Sastra Secara Reseptif

Lalu cara mengajarkan sastra secara reseptif anak yaitu dengan berbagai cara, seperti:

  • Mengajak anak untuk memberikan tepuk tangan apabila ada salah satu temannya yang mau membacakan puisi didepan kelas
  • Mengajak anak untuk menempelkan hasil karya sastra yang telah dibuatnya pada mading kelas atau sekolah
  • Mengajak anak untuk mendengarkan dan menyimak karya sastra yang ditampilkan 
  • Mengajarkan kepada anak agar selalu menghargai hasil karya orang lain, baik berupa pujian maupun acungan jempol tanda setuju
  • Mengajarkan kepada anak untuk dapat memetik pesan yang disampaikan melalui puisi yang diucapkan atau drama yang dimainkan 

B. Mengenal Sastra Anak Secara Produktif

Karya sastra anak produktif merupakan apresiasi karya sastra yang lebih menekankan pada proses dan penciptaan dari hasil karya sastra itu sendiri dan dalam karya sastra produktif ini dituntut untuk dapat menghasilkan puisi, prosa dan drama

a. Pendekatan Ynag Dilakukan Dalam Mengenalkan Karya Sastra Secara Produktif

Adapun pendekatan yang diterapkan dalam mengapresiasi sastra anak secara produktif yaitu:

  • Pendekatan parafratis merupakan salah satu keterampilan yang dapat meningkatkan apresiasi sastra siswa. Melalui pendekatan parafratis ini siswa diajarkan untuk dapat mengubah tema atau gagasan pokoknya, misalnya prosa menjadi puisi, puisi menjadi prosa, prosa menjadi drama dan sebaliknya.
  • Pendekatan analitis dalam penerapannya untuk meningkatkan taraf apresiasi sastra anak SD secara produktif. Sebelum siswa diberikan tugas menulis puisi, siswa diberikan pembelajaran tentang unsur-unsur intrinsik puisi.

b. Cara Mengajar Sastra Secara Produktif

Lalu cara mengajarkan sastra secara produktif yaitu dengan berbagai cara seperti:

  • Mengenalkan unsur-unsur intrinsik dalam karya sastra sebelum membuat suatu karya sastra, misalnya mengenalkan unsur-unsur instrinsik yang ada pada puisi baru setelah itu membuat puisinya secara utuh
  • Mengajarkan kepada siswa cara berekspresi dalam membaca puisi
  • Mengajarkan kepada siswa cara menghayati peran yang akan dimainkannya dalam drama
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menulis puisi sesuai dengan tema yang diinginkannya
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeluarkan bakatnya dalam bermain drama
  • Memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih percaya diri dalam mencipatakan suatu karya sastra
  • Guru membimbing dan menagarahkan siswa sesuai dengan bakat dan kemampuannya dengan mengikutsertakan mereka pada setiap perlombaan, baik itu lomba baca puisi maupaun bermain peran dalam drama

Dalam ajang kegiatan yang diadakan disekolah siswa diberikan wewenang untuk dapat menampilkan kemampuan yang dimilikinya, baik itu kemampuan membaca puisi, bermain drama, maupun kemampuan dalam berprosa    

AKHIR KATA

Mungkin itu saja yang dapat mimin bagikan mengenai cara mengajar sastra anak secara reseptif dan produktif. Yang mana tujuan dari mengajarkan sastra anak ini adalah untuk mengembangkan minat dan juga bakat anak terhadap karya sastra. Melalui sastra anak akan dapat mengembangkan ide-idenya yang kemudian dapat dituangkan dalam bentuk suatu karya sastra yang indah, selain itu melalui sastra anak diajarkan untuk dapat mengkomunikasikan perasaannya dalam sebuah karya sastra.

Terakhir semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian dimanapun berada dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan didalam penulisan atau ada kalimat yang sulit untuk dipahami, agar sekiranya dapat memakluminya. 

Posting Komentar untuk "CARA MENGAJAR SASTRA SECARA RESEPTIF DAN PRODUKTIF UNTUK ANAK"