Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alasan Memanfaatkan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga selalu sehat-sehat saja, dan saya do’akan kepada siapa pun yang telah membaca artikel ini, supaya:

  1. Yang belum dapat jodoh, semoga segera dapat jodoh. Aamiin….
  2. Yang belum dapat pekerjaan, semoga mendapatkan pekerjaan. Aamiin….
  3. Yang sedang bekerja, mudah-mudahan rezkinya makin melimpah. Aamiin….
  4. Yang sedang bersekolah, semoga sekolahnya berkah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Aamiin….

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Lingkungan sebagai sumber belajar terdiri dari 2 macam, yaitu lingkungan alam dan lingkungan sosial budaya. Lingkungan alam terdiri dari berbagai sumber kekayaan alam, misalnya gunung, laut,hutan, sungai, bendungan dan kekayaan alam lainnya. Sedangkan lingkungan sosial budaya terdiri dari kehidupan kemasyarakatan, keagamaan,kesenian, adat istiadat dan sebagainya.

A. Alasan Memanfaatkan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar

Lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dengan beberapa alasan, diantaranya:

  1. Mengajarkan kepada siswa agar dapat belajar secara mandiri
  2. Memberikan suasana belajar yang baru kepada siswa
  3. Agar materi yang dibahas mudah dipahami siswa yaitu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dengan lingkungannya
  4. Mengajarkan kepada siswa untuk bisa menjaga dan melestarikan lingkungan secara baik dan benar
  5. Untuk menghindarkan siswa dari rasa bosan dalam mengikuti pembelajaran disekolah
  6. Siswa dapat melihat secara langsung benda-benda yang berkaitan dengan mata pelajaran di sekolahnya
  7. Siswa dapat membuktikan dan menerapkan teori atau konsepyang pernah didapat disekolah kedalam kehidupan sehari-hari
  8. Menanamkan skap untuk menyanyangi lingkungan sekitar 

Adapun cara menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar adalah dengan mengajak siswa terlibat secara langsung untuk berinteraksi dengan lingkungan dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya pada materi IPA hari ini adalah membahas tentang komponen biotik dan abiotik yang ada dilingkungan alam buatan, seperti kebun sekolah. Kita dapat mengajak siswa pergi kekebun sekolah, lalu menyampaikan materi yang akan dipelajari dan kemudian meminta siswa untuk mengamati, menulisakn komponen biotik dan abiotik yang mereka temukan di kebun sekolah, dan hasilnya pun dicatat dibuku tulis untuk nantinya dinilai oleh gurunya.

B. Pertimbangan Dalam Penggunaan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar

Beberapa pertimbangan yang digunakan untuk memilih lingkungan sebagai sumber belajar dalam pelajaran, yaitu:

  1. Sumber tersebut mudah dijangkau (kemudahan), jangan sampai ketika ingin menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar justru lingkungan tersebut berada sangat jauh dari siswa, misalnya ingin mengajarkan tentang komponen yang ada dilaut, tapi laut tersebut sangat jauh letaknya dari siswa sehingga memerlukan waktu untuk bisa sampai kesana.
  2. Tidak memerlukan biaya tinggi (kemurahan), oleh sebab itu lingkungan bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar dikarenakan tidak perlu menggunakan biaya dalam membuat media pembelajaran, misalnya jika sekolah memiliki perkebunan, kolam, taman, maka ketika kita membahas materi yang berkaitan dengan lingkungan tersebut, bisa memanfaatkannya dalam kegiatan pembelajaran. Kita bisa mengajak siswa secara langsung dalam pembelajaran menggunakan lingkungan sekolah sebagai media dalam pembelajaran, dan tentu materi yang akan disampaikan lebih mudah dipahami oleh siswa.
  3. Tempat tersebut cukup aman untuk digunakan sebagai sumber belajar (keamanan), jika kita ingin mengajak siswa belajar dengan menggunakan interaksi lingkungan, maka hal utama yang harus dipastikan adalah keamanan tempat tersebut untuk selurh siswanya. Jangan sampai ketika kita ingin mengajarkan materi tentang rambu-rambu lalu lintas, lalu membawa siswa kejalanan raya, ini merupakan hal yang sangat berbahaya bagi siswa-siswa kita. Maka dari itu, jika ingin mengenalkan tentang pembelajaran tentang rambu-rambu lalu lintas, kita bisa membuat reflikanya yang bisa dibawa kedalam kelas untuk diperkenalkan kepada siswa, daripada harus membawa siswa kejalanan raya yang sangat berbahaya.
  4. Berkaitan dengan materi yang diajarkan disekolah (kesesuaian), artinya kita manfaatkan lingkungan sekolah dengan sebaik-baiknya bila materi yang dipelajari sesuai dengan lingkungan yang ada disekolah, jangan sampai materi yang dibahas tentang cara budidaya ikan nila, tapi lingkungan sekolah tidak memiliki kolam budidaya ikan nila nya.

C. Prinsip-prinsip Dalam Mengembangkan Kurikulum Untuk Pembelajaran Di Sekolah

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut ini, yaitu:

a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya

Prinsip pertama ini dinyatakan bahwa kurikulum itu dikembangkan berdasarkan prinsip peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri. Dan untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan siswa sesuai dengan tuntutan lingkungan. Hal ini mengandung makna bahawa pengemabangan peserta didik dalam konteks lingkungannya merupakan kepedulian utama. 

b. Beragam dan terpadu

Prinsip kedua dinyatakan bahwa kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Hal ini mengandung makna bahawa antarsubstansi kurikulum dikembangkan secara saling berkaitan, dan secara keseluruhan kurikulum dikembangkan secara berdiversifikasi atau dengan keragaman yang bervariasi.  

c. Tanggap terhadap ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

Prinsip ketiga ini menyatakan bahwa kurikulum dikembangkan atas dasar keasadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan juga seni. Mengandung makna bahawa kurikulum harus difungsikan sebagai wahana pendidikan untuk mengkomodasikan dinamika perkembangan pemikiran dan praktek dalamdunia ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Prinsip keempat dinyatakan bahwa pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan bermasyarakat, dunia usaha dan dunia kerja. Hal ini memiliki makna bahwa kurikulum harus bersifat fungsional, dalam pengertian hasil belajar yang dihasilkan harus memberi bekal kepada peserta didik untuk melanjutkan pendidikan dan menjalani kehidupan nyata dilingkungannya  

e. Menyeluruh dan berkesinambungan

Prinsip kelima ini dinyatakan bahwa substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. Hal ini mengandung makna bahwa kurikulum harus menjadi wahana pengembangan kompetensi secara utuh dan menyeluruh yang didukung oleh semua mata pelajaran yang satu dengan lainnya memiliki keterkaitan.

f. Belajar sepanjang hayat

Prinsip keenam ini dinyatakan bahwa kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dan ini mengandung makna bahwa isi dan proses kurikulum harus memungkinkan peserta didik mampu dan mau belajar untuk belajar terus menerus.

g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Prinsip ketujuh dinyatakan bahwa kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini mengandung makna bahwa kurikulum dikembangkan sebagai wahana pendidikan keindonesiaan yang mampu merekat keberagaman untuk membangun persatuan Indonesia.

D. Tindakan Dalam Menyusun Kegiatan Pembelajaran

Untuk dapat menggapai proses belajar yang efektif dan bermakna dalam situasi pembelajaran seorang guru perlu melakukan suatu tindakan dalam menyusun pembelajaran, diantaranya adalah:

  • Menggunakan standar kompetesni untuk mengembangkan indikator dan pengalaman belajar
  • Merumuskan indikator atas dasar analisis muatan kompetensi dasar
  • Merumuskan tujuan pembelajar yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran
  • Merumuskan model pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran
  • Mengembangkan dan memanfaatkan pengalaman belajar dalam proses kegiatan pembelajaran
  • Menggunakan sumber belajar yang relevan sesuai dengan tuntutan kurikulum
  • Membuat dan mengembangkan alat yang akan digunakan untuk melakukan evaluasi dalam kegiatan pembelajaran
Semoga artikel sederhana tentang Alasan Memanfaatkan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian dimana pun berada, dan sekaligus menambah referensi kita sebagai guru di setiap sekolah untuk bisa memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar bagi siswa kita.

Dan mohon maaf jika terdapat kesalahan didalam penulisan atau ada kalimat yang sulit untuk dipahami. 

Post a Comment for "Alasan Memanfaatkan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar"